Minggu, 26 Mei 2013

IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

Latar belakang
Organisasi menggunakan berbagai imbalan untuk menarik dan mempertahankan orang-orang dan memotivasi mereka agar mencapai tujuan pribadi mereka dan orgaanisasi. Manajer dapat membantu menciptakan iklim yang menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak tantangannya dan memuaskan. Organisasi memberikan pula hukuman sebagai tindakan dari sikap yang diberikan. Sama seperti imbalan. Hukuman itu pemberian suatu kejadian yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positip setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya.

Program kompensasi (imbalan) dalam organisasi harus memiliki empat tujuan, antara lain:
1.            Terpenuhinya sisi legal, dengan segala peraturan dan hukum yang sesuai.
2.            Efektifitas biaya untuk organisasi.
3.            Keseimbangan indivdual, internal, eksternal untuk seluruh karyawan.
4.            Peningkatan keberhasilan kinerja organisasi.
Definisi Imbalan
Beberapa definisi imbalan sebagai berikut :
1.            Compensation is the Human Resources Management function that deals with every type of reward individuals receive in exchange for performing organization tasks. Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk  penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan (Menurut Ivancevich,1998).
2.   Imbalan adalah jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan.(suwarto; 1999)
3.          Imbalan adalah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja para karyawan.( Triton;2010)

Tujuan Pemberian Imbalan
Hal terpenting dilakukan karena tujuan memberi imbalan pada dasarnya adalah:
1.      Memotivasi anggota organisasi. Sistem imbalan yang dirancang oleh suatu organisasi harus mampu memacu motivasi kerja dari anggota organisasi agar berprestasi pada tingkat yang tinggi; untuk itu imbalan yang dibentuk harus  memiliki nilai di mata anggota organisasi.
2.     Membuat betah pekeja yang sudah ada Sistem imbalan yang dibuat ditujukan  untuk mempertahankan pekerja yang sudah  ada  terutama pekerja yang berkualitas agar mereka kerasan bekerja dan tidak mudah tertarik untuk pindah ke organisasi  lainnya.
Menurut Milkovich dan Newman (1996) Pay sistems are designed efficiency (performance driven, total quality, customer focus, cost control), equity and compliance (Sistem imbalan didesain dan dikelola untuk memastikan tercapainya tujuan. Tujuan yang paling utama dalam pemberian imbalan adalah efisiensi, keadilan dan pemenuhan). Pengembangan tujuan pembayaran imbalan sangat tergantung pada masing-masing perusahaan dan jenis usaha.
Jenis-Jenis Imbalan
1.    Imbalan intrinsic adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian, prestasi, otonomi dan pertumbuhan, maksudnya kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu. (Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.)
2.   Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup: uang, status, promosi dan rasa hormat.

Pengaruh Imbalan Terhadap Prilaku
Diyakini imbalan dapat memotivasi prestasi, megurangi perputaran tenaga kerja, megurangi kemangkiran dan menarik pencari kerja yang berkualitas ke dalam organisasi. Oleh karenanya imbalan dapat dipakai sebagai dorongan atau motivasi pada suatu tingkat motivasi pada suatu tingkat perilaku dan prestasi dan dorongan pemilihan orgainisasi sebagai tempat bekerja. Sebagai tambahan imbalan juga dapat memenuhi hubungan kerja.

Definisi Hukuman
Hukuman mengacu pada perilaku bila segera diikuti oleh presentasi atau oleh pencabutan atau penghentian rangsangan yang menurunkan tingkat perilaku dimasa depan (Azrin dan Holz, 1966). Hukuman (punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

Tujuan Hukuman
Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai. Dengan sanksi hukum yang semakin berat, maka pegawai akan semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku indispliner pegawai juga akan semakin berkurang. Sanksi hukum harus diterapkan berdasarkan pertimbangan logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada seluruh pegawai. Sanksi hukum harus bersifat mendidik pegawai untuk mengubah perilakunya yang bertentangan dengan peraturan/ketentuan yang sudah disepakati bersama. 
Yang perlu diperhatian dalam memberikan hukuman :
1.         Penentuan waktu, waktu penerapan hukuman merupakan hal yang penting.
2.   Intensitas. Hukuman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak disukai relatif kuat.
3.   Penjadwalan, Dampak hukuman tergantung pada jadwal. Pengertian konsistensi atau kemantapan penerapan setiap jenis jadwal jenis hukuman adalah penting.
4.       Kejelasan alasan, kesadaran atau pengertian memainkan peranan penting dalam hukuman. Dengan menyediakan alasan yang jelas mengapa hukuman dikenakan dan pemberitahuan tentang konsekuensi mendatang, jika tanggapan yang tidak diharapkan terulang kembali.
5.    Tidak bersifat pribadi. Hukuman yang ditujukan pada suatu tanggapan khusus tidak kepada orang atau pola umum perilaku.


Pengaruh hukum terhadap prilaku                                                                   
Hukuman memberikan batasan terhadap organisasi sehingga visi misi dapat tercapai. Lebih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yg dapat merugikan. Mengurangi resiko kesalahan dalam organisasi. Aktivitas organisasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Pengaruh Imbalan dan Hukuman Dalam Kinerja Kerja
Imbalan dan Hukuman dari organisasi adalah motivasi dan didikan kepada para anggota organisasi. Dengan motivasi dan didikan itulah kinerja dari para anggota organisasi tersebut dapat menjadi lebih maksimal. Imbalan dan Hukuman tersebut dapat pula dianggap sebagai tarikan dan dorongan terhadap kinerja Organisasi. Dengan Imbalan kita anggap sebagai faktor yang menarik para anggota untuk bekerja lebih giat karena dengan adanya imbalan tersebut, maka para anggota organisasi akan terus berusaha mendapatkan Imbalan yang diharapkan. Sedangkan Hukuman yang dianggap sebagai faktor pendorong akan mengurangi peluang kegagalan para anggota organisasi, karena dengan adanya hukuman maka para anggota akan terus berupaya untuk menyelesaikan suatu tugas dengan sebaik-baiknya untuk menghindari Hukuman yang tidak diharapkan oleh mereka. Selain itu hukuman juga dapat mendidik para anggota organisasi untuk belajar lebih bertanggung jawab yang dapat memaksimalkan kinerja organisasi.


Daftar Pustaka
Donelly. Gibson and Ivancevich. 1990. Organisasi (Perilaku, Struktur, Proses) : Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Triton. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: ORYZA
Konopaske, Robert dkk. 2007. Perilaku dan Manajemen Organisasi Edisi 7. Jakarta : Erlangga
Suwarto FX, Perilaku Keorganisasian, Universitas Atmajaya, Yogyakarta, 1999.
Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A. : Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja :  Rineka Cipta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar